“HATI-HATI HIPERTENSI
MENYERANG SEGALA USIA”
Hipertensi
sekarang ini banyak sekali diderita oleh masyarakat Indonesia. Padahal penyakit
hipertensi merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena apabila terkena maka
tidak dapat disembuhkan dan merupakan faktor resiko terhadap terjadinya
penyakit mematikan lainnya seperti diabetes mellitus, jantung koroner, stroke
dan lain-lain. Selain itu hipertensi bukan lagi penyakit yang terjadi hanya
pada orang tua saja melainkan dapat menyerang usia muda seperti remaja. Pada
dasarnya hipertensi itu merupakan penyakit yang dapat kita cegah kejadiannya
dan dapat dikontrol agar tidak kambuh apabila telah menderita hipertensi.
Tentunya penyakit ini sangat sering kita dengar dari lingkungan tempat kita
tinggal, tapi banyak juga dari kita belum tahu sebenarnya apakah itu
hipertensi, bagaimana bisa terjadinya, bagaimana pengobatannya, bagaimana
pencegahannya, dan apa sajakah faktor resiko yang memicu hipertensi itu.
Berikut info tentang hipertensi secara umum yang akan iyan_vasto 13 share
semoga bermanfaat.
A.
Pengertian
Hipertensi
Banyak
sekali pengertian dari hipertensi yang sering kita dengar dari masyarakat
seperti darah tinggi, tekanan darah tinggi, penyakit mudah murah, dan lainnya.
Sebenarnya maksud dari semuanya itu adalah sama yaitu tingginya tekanan darah
seseorang.
Hipertensi
merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah ≥ 140/90 mmhg. Dapat pula
diartikan sebagai kondisi medis yang dimana terjadi peningkatan tekanan darah
secara terus-menerus (konsisten) dan kronis. Umumnya hipertensi tidak diketahui
penyebabnya (hipertensi primer), namun ada juga yang diketahui penyebabnya
(sekunder). Hipertensi juga sering disebut sebagi silent killer kaena sering kali muncul tanpa gejala seperti nyeri,
rasa tidak nayamn, suhu meningkat dan lain-lain.
Tekanan
darah tinggi tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol agar penderita
dapat hidup dengan lebih baik. Berbeda halnya dengan hipotensi dimana tekanan
darah yang rendah dapat ditingkatkan lagi dengan konsumsi makanan yang teratur
. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya
penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Oleh karena itu penyakit ini
tidaklah dapat dianggap sepele.
B.
Gejala Hipetensi
Dari
kejadian hipertensi hanya sekitar 10% (sekunder) yang dapat diketahui
gejalanya. Adapun gejala hipertensi yang umum dapat terjadi adalah sebagai
berikut :
1.
Pusing atau
sakit kepala
2.
Kelelahan
3.
Nyeri otot leher
bagian belakang
4.
Nyeri sendi dan
otot
5.
Sesak nafas
6.
Gelisah
7.
Dan pandangan
kabur.
Gejal hipertensi sangat
mirip dengan gejala penyakit lain pada umumnya, oleh karena itu sangat diperlukan
kepekaan seseorang terhadap gejala yang dirasaknnya. Apabila perlu segeralah
checkup kesehatan ke tenaga medis agar dapat diketahui menderita hipertensi atau
tidak.
C.
Faktor Yang
Memicu Terjadinya Hipertensi
Beberapa
faktor yang diduga memegang peranan dalam genesis hipertensi yaitu seperti
faktor psikis, sistem saraf, ginjal, jantung, pembuluh darah, kortikosteroid,
katekolamin, angiotensin, natrium, dan air. Hipertensi tidak hanya disebabkan
oleh satu faktor saja, tetapi beberapa faktor turut memegang pernan dan
menjalin satu sama lain dalam genesis hipertensi.
Faktor
resiko lain yang memicunya adalah jenis kelamin dimana wanita sebelum menopause
lebih kecil namun setelah menopause memiliki insiden yang sama besar dengan
pria, ras mempengaruhi juga dimana di Negara berkembang orang kulit hitam
mempunyai insiden lebih tinggi, riwayat keluarga, gaya hidup dan usia.
D.
Dampak
Hipertensi Bagi Tubuh
Pada
dasarnya semua penyakit menimbulkan dampak yang buruk bagi tubuh baik itu
secara langsung maupun tidak langsung. Tidak terkecuali hipertensi yang dapat
menimbulkan berbagai macam dampak karena bersifat sebagai faktor resiko
terhadap timbulnya penyakit lain yang bersifat kronis. Setidaknya ada 4 sebab
utama kematian pada penderita hipertensi yaitu :
a.
Gagal jantung,
dimana karena adanya penebalan dinding arteri dan kapiler ginjal sehingga
cairan sulit di filtrasi (disaring) oleh ginjal dan menyebabkan kurang efesiennya
kinerja yang berakibat gagal ginjal.
b.
Gagal jantung
yang disebabkan adanya penyumbatan arteri koroner.
c.
Infark miokard
d.
Stroke, dimana
hipertensi mempercepat proses arterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah).
Hipertensi sering
sekali dikaitkan dengan serangan jantung karena pada tekanan darah yang tinggi
akan mempengaruhi dari kinerja jantung seperti :
1.
Janung harus
memompa lebih keras untuk melawan tahanan yang meningkat
2.
Arterosklerosis
berkembang pada arteri koroner
3.
Jantung tidak
mendapat oksigen yang cukup untuk
kebutuhan yang meningkat
4.
Karena harus
bekrja lebih keras maka ketebalan dinding jantung akan bertambah sehingga
mengurangi efesiensi jantung sebagai pemompa darah.
E.
Tahapan Terapi
Hipertensi
Tahapan
terapi bagi penderita hipertensi dilakukan bertujuan agar dapt mengontrol
tekanan darah agar tidak kembali naik dan dapat membahayakan hidup penderita.
Terapi hipertensi dapat dilakukan dilakukan melalui modifikasi pola hidup dan
respon.
1.
Modifikasi pola
hidup
v Kurangi berat badan
v Kurangi konsumsi alkohol
v Olahraga teratur
v Kurangi garam dan makanan kolesterol tinggi
v Berhenti merokok
v Kendalikan stress
2.
Respon
v Cukup (apabila tekanan darah dan sasaran telah
dicapai)
v Kurang, maka :
Ø Lanjutkan modifikasi gaya hidup
Ø Berikan obat anti hipertensi
F.
Pengobatan dan
Pencegahan
Pengobatan
pada penderita hipertensi hanya bersifat memberikan kualitas hidup yang lebih
baik dimana diusahakan agar tidak terjadi kambuh dan membahayak hidup
penderita. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat anti hipertensi yang harus
diminum secara teratur dan harus sesuai anjuran dokter.
Pencegahan
merupakan usaha yang sangat sulit dilakukan oleh karena itu perlu kedisiplinan
dan kemauan yang kuat agar tidak berhenti di tengah jalan. Langkah-langkah
pencegahan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut :
v Perhatikan berat bada dan ukur lingkar pinggang
Apabila
berat badan meningkat dapat menyebabkan obesitas dan hiopertensi oleh karena
perlu dikurangi menjadi normal. Lingkar pinggang yang besar memilki resiko yang
tinggi pula. Ukuran lingkar pinggang untuk laki-laki adalah ≤90cm dan untuk
wanita adalah ≤80cm.
v Hindari Obesitas
Dapat
dilakukan dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT) guna mengetahui status
gizi dengan rumus :
Status gizi
|
Wanita
|
pria
|
Normal
|
17-23
|
18-25
|
BB lebih
|
>23-27
|
>25-27
|
Obesitas
|
>27
|
>27
|
v Berolahraga secara teratur, minimal 4-5 kali (30-60
menit)/ mingu atau setiap hari selama 30 menit/hari. Yang terpenting adalah
tidak menumpuk jadwal pada satu waktu.
v Konsumsi makanan yang sehat seperti makanan yang
berserat (buah dan sayur) dan kurangi makanan yang berkolesterol tinggi (telur,
daging, udang, kepiting, kerang, keju, susu full cream, cumi-cumi, santan,
jeroan dan lain-lain).
v Hindari rokok dan perokok pasif, karena nikotin
dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah sebanyak 10mmhg selama 1 jam
setelah merokok. Sedangkan merokok sepanjang hari akan menjaga tekanan darah
selalu tinggi sepanjang waktu.
v Kendalikan stres, karena dapat meningkatkan tekanan
darah akibat pengaruh aktifitas hormon dan kelenjar dalam tubuh.
v Rubahlah gaya hidup menjadi lebih sehat namun tetap
bisa menikmatinya.
Hidup adalah pilihan. Jadi pilihlah
yang terbaik menurutmu. Namun pilihlah dengan bijak agar mendatngkan manfaat
untuk mu.
IYAN VASTO_13