Minggu, 01 Juli 2012


“HATI-HATI  HIPERTENSI  MENYERANG  SEGALA USIA”
            Hipertensi sekarang ini banyak sekali diderita oleh masyarakat Indonesia. Padahal penyakit hipertensi merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena apabila terkena maka tidak dapat disembuhkan dan merupakan faktor resiko terhadap terjadinya penyakit mematikan lainnya seperti diabetes mellitus, jantung koroner, stroke dan lain-lain. Selain itu hipertensi bukan lagi penyakit yang terjadi hanya pada orang tua saja melainkan dapat menyerang usia muda seperti remaja. Pada dasarnya hipertensi itu merupakan penyakit yang dapat kita cegah kejadiannya dan dapat dikontrol agar tidak kambuh apabila telah menderita hipertensi. Tentunya penyakit ini sangat sering kita dengar dari lingkungan tempat kita tinggal, tapi banyak juga dari kita belum tahu sebenarnya apakah itu hipertensi, bagaimana bisa terjadinya, bagaimana pengobatannya, bagaimana pencegahannya, dan apa sajakah faktor resiko yang memicu hipertensi itu. Berikut info tentang hipertensi secara umum yang akan iyan_vasto 13 share semoga bermanfaat.
A.    Pengertian Hipertensi
            Banyak sekali pengertian dari hipertensi yang sering kita dengar dari masyarakat seperti darah tinggi, tekanan darah tinggi, penyakit mudah murah, dan lainnya. Sebenarnya maksud dari semuanya itu adalah sama yaitu tingginya tekanan darah seseorang.
            Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah ≥ 140/90 mmhg. Dapat pula diartikan sebagai kondisi medis yang dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara terus-menerus (konsisten) dan kronis. Umumnya hipertensi tidak diketahui penyebabnya (hipertensi primer), namun ada juga yang diketahui penyebabnya (sekunder). Hipertensi juga sering disebut sebagi silent killer kaena sering kali muncul tanpa gejala seperti nyeri, rasa tidak nayamn, suhu meningkat dan lain-lain.
            Tekanan darah tinggi tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol agar penderita dapat hidup dengan lebih baik. Berbeda halnya dengan hipotensi dimana tekanan darah yang rendah dapat ditingkatkan lagi dengan konsumsi makanan yang teratur . Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Oleh karena itu penyakit ini tidaklah dapat dianggap sepele.
B.     Gejala Hipetensi
            Dari kejadian hipertensi hanya sekitar 10% (sekunder) yang dapat diketahui gejalanya. Adapun gejala hipertensi yang umum dapat terjadi adalah sebagai berikut :
1.      Pusing atau sakit kepala
2.      Kelelahan
3.      Nyeri otot leher bagian belakang
4.      Nyeri sendi dan otot
5.      Sesak nafas
6.      Gelisah
7.      Dan pandangan kabur.
Gejal hipertensi sangat mirip dengan gejala penyakit lain pada umumnya, oleh karena itu sangat diperlukan kepekaan seseorang terhadap gejala yang dirasaknnya. Apabila perlu segeralah checkup kesehatan ke tenaga medis agar dapat diketahui menderita hipertensi atau tidak.
C.     Faktor Yang Memicu Terjadinya Hipertensi
            Beberapa faktor yang diduga memegang peranan dalam genesis hipertensi yaitu seperti faktor psikis, sistem saraf, ginjal, jantung, pembuluh darah, kortikosteroid, katekolamin, angiotensin, natrium, dan air. Hipertensi tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi beberapa faktor turut memegang pernan dan menjalin satu sama lain dalam genesis hipertensi.
            Faktor resiko lain yang memicunya adalah jenis kelamin dimana wanita sebelum menopause lebih kecil namun setelah menopause memiliki insiden yang sama besar dengan pria, ras mempengaruhi juga dimana di Negara berkembang orang kulit hitam mempunyai insiden lebih tinggi, riwayat keluarga, gaya hidup dan usia.
D.    Dampak Hipertensi Bagi Tubuh
            Pada dasarnya semua penyakit menimbulkan dampak yang buruk bagi tubuh baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Tidak terkecuali hipertensi yang dapat menimbulkan berbagai macam dampak karena bersifat sebagai faktor resiko terhadap timbulnya penyakit lain yang bersifat kronis. Setidaknya ada 4 sebab utama kematian pada penderita hipertensi yaitu :
a.       Gagal jantung, dimana karena adanya penebalan dinding arteri dan kapiler ginjal sehingga cairan sulit di filtrasi (disaring) oleh ginjal dan menyebabkan kurang efesiennya kinerja yang berakibat gagal ginjal.
b.      Gagal jantung yang disebabkan adanya penyumbatan arteri koroner.
c.       Infark miokard
d.      Stroke, dimana hipertensi mempercepat proses arterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah).
Hipertensi sering sekali dikaitkan dengan serangan jantung karena pada tekanan darah yang tinggi akan mempengaruhi dari kinerja jantung seperti :
1.      Janung harus memompa lebih keras untuk melawan tahanan yang meningkat
2.      Arterosklerosis berkembang pada arteri koroner
3.      Jantung tidak mendapat oksigen yang cukup untuk  kebutuhan yang meningkat
4.      Karena harus bekrja lebih keras maka ketebalan dinding jantung akan bertambah sehingga mengurangi efesiensi jantung sebagai pemompa darah.
E.     Tahapan Terapi Hipertensi
            Tahapan terapi bagi penderita hipertensi dilakukan bertujuan agar dapt mengontrol tekanan darah agar tidak kembali naik dan dapat membahayakan hidup penderita. Terapi hipertensi dapat dilakukan dilakukan melalui modifikasi pola hidup dan respon.
1.      Modifikasi pola hidup
v  Kurangi berat badan
v  Kurangi konsumsi alkohol
v  Olahraga teratur
v  Kurangi garam dan makanan kolesterol tinggi
v  Berhenti merokok
v  Kendalikan stress
2.      Respon
v  Cukup (apabila tekanan darah dan sasaran telah dicapai)
v  Kurang, maka :
Ø  Lanjutkan modifikasi gaya hidup
Ø  Berikan obat anti hipertensi
F.      Pengobatan dan Pencegahan
            Pengobatan pada penderita hipertensi hanya bersifat memberikan kualitas hidup yang lebih baik dimana diusahakan agar tidak terjadi kambuh dan membahayak hidup penderita. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat anti hipertensi yang harus diminum secara teratur dan harus sesuai anjuran dokter.
            Pencegahan merupakan usaha yang sangat sulit dilakukan oleh karena itu perlu kedisiplinan dan kemauan yang kuat agar tidak berhenti di tengah jalan. Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut :
v  Perhatikan berat bada dan ukur lingkar pinggang
Apabila berat badan meningkat dapat menyebabkan obesitas dan hiopertensi oleh karena perlu dikurangi menjadi normal. Lingkar pinggang yang besar memilki resiko yang tinggi pula. Ukuran lingkar pinggang untuk laki-laki adalah ≤90cm dan untuk wanita adalah ≤80cm.
v  Hindari Obesitas
Dapat dilakukan dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT) guna mengetahui status gizi dengan rumus :
Status gizi
Wanita
pria
Normal
17-23
18-25
BB lebih
>23-27
>25-27
Obesitas
>27
>27

v  Berolahraga secara teratur, minimal 4-5 kali (30-60 menit)/ mingu atau setiap hari selama 30 menit/hari. Yang terpenting adalah tidak menumpuk jadwal pada satu waktu.
v  Konsumsi makanan yang sehat seperti makanan yang berserat (buah dan sayur) dan kurangi makanan yang berkolesterol tinggi (telur, daging, udang, kepiting, kerang, keju, susu full cream, cumi-cumi, santan, jeroan dan lain-lain).
v  Hindari rokok dan perokok pasif, karena nikotin dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah sebanyak 10mmhg selama 1 jam setelah merokok. Sedangkan merokok sepanjang hari akan menjaga tekanan darah selalu tinggi sepanjang waktu.
v  Kendalikan stres, karena dapat meningkatkan tekanan darah akibat pengaruh aktifitas hormon dan kelenjar dalam tubuh.
v  Rubahlah gaya hidup menjadi lebih sehat namun tetap bisa menikmatinya.


Hidup adalah pilihan. Jadi pilihlah yang terbaik menurutmu. Namun pilihlah dengan bijak agar mendatngkan manfaat untuk mu.
IYAN VASTO_13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar