Dua puluh enam planet baru telah
ditemukan tim ilmuwan NASA yang berusaha menemukan planet di luar sistem tata
surya.
Misi NASA Kepler menemukan 26 planet
baru di luar sistem tata surya yang mengorbit bintang-bintangnya yang berukuran
lebih besar dari matahari, satu kali tiap enam hingga 143 hari.
Ukuran planet-planet baru yang
ditemukan tim NASA itu bervariasi. Ada yang sedikit lebih besar dari Bumi
sampai yang lebih besar dari planet raksasa Yupiter dalam sistem tata surya
kita. Planet-planet itu ditemukan oleh Kepler, teleskop antariksa yang memantau
150.000 bintang pada bagian kecil langit malam dari orbitnya sekitar matahari. Planet-planet asing itu mengorbit
bintang-bintangnya, yang berukuran lebih besar dari matahari, satu kali tiap
enam hingga 143 hari. Dalam sistem tata surya terbesar yang baru ditemukan,
disebut Kepler-33, ada lima planet dengan ukuran mulai dari satu setengah
sampai lima kali ukuran Bumi.
Doug Hudgins, ilmuwan program misi
Kepler, mengatakan para ilmuwan tidak yakin planet-planet yang baru ditemukan
itu mampu mendukung kehidupan. "Kesemua planet itu berada dalam orbit yang
lebih dekat dari orbit bumi mengelilingi matahari. Jadi planet-planet itu cukup
panas," paparnya. Dalam dua tahun sejak Kepler mulai mengamati alam
semesta, ilmuwan telah menemukan 61 planet baru, dan sekitar 2.300 kandidat
planet yang perlu dikukuhkan melalui pengamatan lebih lanjut.
Kepler mengidentifikasi
planet-planet yang jauh itu dengan terus memantau kecerahan bintang yang
diorbitnya. Sebuah planet yang mengorbit matahari membentuk bayangan samar yang
bisa dideteksi oleh Kepler. Teleskop itu mengukuhkan kandidat-kandidat planet
dengan mengukur apa yang disebut Variasi Waktu Transit atau TTV yang terjadi
ketika dua atau lebih planet dalam sistem tata surya yang padat mengorbit
bintang-bintang mereka.
Tarikan gravitasi dari setiap planet
yang lewat membuat satu planet lainnya bergerak lebih cepat sementara planet
lain melambat. Menurut Hudgins, ini membantu para astronom mengukuhkan
pengamatan mengenai planet. Ia mengatakan, "Kalau ada sesuatu yang hanya
menirukan lewatnya satu planet, mereka tidak akan berinteraksi. Bahwa kita
melihat variasi waktu transit ini menunjukkan bahwa ada interaksi gravitasi dan
bahwa mereka pasti planet karena mereka berinteraksi satu sama lain."
Hudgins mengatakan yang diperlukan
para pemburu planet adalah teleskop yang bisa memisahkan cahaya planet yang
lebih redup dari bintangnya yang terang, guna memungkinkan ilmuwan mempelajari
spektrum elektromagnetiknya. Informasi dari spektrum cahaya akan menunjukkan
gas apa yang terkandung dalam atmosfer planet, bahkan mungkin beberapa karakteristik
permukaannya, kata Hudgins yang bersemangat untuk menemukan tanda-tanda
kehidupan. "Itu sebabnya kami melakukan ini. Itulah hal yang menarik. Kami
mempelajari salah satu pertanyaan paling tua dan paling mendasar, apakah kita
sendirian di jagat raya ini?" paparnya lagi. Hudgins percaya teleskop
semacam itu akan dibuat dalam waktu dekat, memungkinkan ilmuwan Kepler bergerak
ke misi penemuan mereka tahap berikutnya. (Sumber :voa.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar