KETAHUI BAHAYA PADA PENGECAT KUKU
Bagi seorang wanita kecantikan adalah hal
mutlak yang harus mereka miliki, begitu kata-kata kebanyakan orang. Entah
apakah benar pernyataan tersebut?, semuanya kembali lagi pada pribadi tiap
wanita itu sendiri yang bisa menjawab. Walaupun terkait dengan prinsip bahwa
cantik/ganteng/cakep/manis adalah relative tergantung siapa yang melihat tapi
jelek adalah mutlak ( omongan dosen saya heheh). Umumnya kecantikan pada wanita
itu adalah seluruh tubuh termasuk hal terkecil seperti kuku. Karena menurut
dari kebanayakan wanita kuku adalah hal terpenting yang bisa menambah
kecantikan bagi mereka, dan jalannya adalah dengan cara di hias atau dicat. Nah
seperti yang kita ketahui hasilnya memang memeberikan nilai estitika tambahan pada
wanita seingga cat kuku ini sudah seperti bahan konsumsi dan membuat banyak
wanita memakainya. Namun ada hal penting yang perlu di ketahui para kaum hawa
ini tentang kandungan zat yang terdapat pada penegecat kuku yang dapat
membahayakan kesehatan. Nah untuk lebih jealsnya berikut bahan-bahan berbahaya
yang terdapt dalam pengecat kuku.
1. Formaldehida
Formaldehida
memiliki fungsi yang hampir sama dengan toluena, zat ini berfungsi sebagai
bahan pelarut yang juga memiliki efek samping sangat berbahaya bagi kesehatan
karena dapat menyebabkan kanker. Selain itu jika terhirup, asap formaldehid
dapat menyebabkan iritasi selaput lendir di mata, hidung dan tenggorokan.
2.
Toluena
Bahan
ini digunakan sebagai bahan pelarut dalam cat kuku, artinya zat ini berfungsi
melarutkan zat kimia lain dalam cat kuku untuk menciptakan hasil akhir warna
cat kuku yang menarik. Sebenarnya zat kimia ini sangat berbahaya karena dapat
menyebabkan cacat lahir pada hewan, mempengaruhi sistem saraf pusat dan dapat
berakibat fatal jika tertelan.
3.
Etil
Asetat
Etil
asetat adalah zat kimia dalam cat kuku yang berfungsi sebagai pengering dan
pengeras. Zat ini biasa terhirup terutama saat kamu melakukan menicure. Zat ini
berfungsi sebagai pelarut, dampaknya akan sangat berbahaya karena dapat
menembus kulit. Jika terhirup dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan
kerusakan paru-paru, jantung, ginjal, dan hati
4.
Butil
Asetat
Butil
asetat juga berfungsi sebagai pelarut dalam cat kuku. Zat kimia ini sangat
beracun dan menyebabkan iritasi mata, kulit dan paru-paru.
5.
Dibutyl Phthalate
Zat
kimia dalam Ftalat mudah diserap saat cat kuku digunakan. Beberapa negara telah
melarang penggunaan zat kimia ini misalnya negara Uni Eropa dan Amerika
Serikat. Zat kimia ini sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi siklus pubertas
awal pada anak perempuan, jumlah sperma yang rendah pada pria, cacat seksual,
dan masalah dengan perkembangan janin.
6.
Ftalat Anhidrid
Pada
cat kuku Dibutyl ftalat sering digantikan oleh anhidrida ftalat, namun
sebenarnya zat kimia ini tidak jauh lebih baik daripada dibutyl ftalat. Zat
kimia ini sangat berbahay karena dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan
pernafasan manusia, dapat menyebabkan kanker, kerusakan organ, dan iritasi
membran.
Sekarang
tau kan tentang bahaya pengecat kuku, oleh karena itu sebaiknya para kaum hawa
lebih berhati-hati dan bijak dalam merawat kecantikannya. Pada dasarnya seorang
perempuan telah dilahirkan dalam keadaan cantik tinggal bagaimana mereka
menjaga kecantikan itu sendiri dan cantik adalah sesuat yang semu dimana suatu
saat akan ada batasnya dikala usia telah tua. Memang lebih mudah berpendapat
dan mengatakannya tapi mencegah lebih baik dari pada mengobatai tentunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar