Senin, 30 April 2012

BAHAYA PENGECAT KUKU

KETAHUI BAHAYA PADA PENGECAT KUKU

Bagi seorang wanita kecantikan adalah hal mutlak yang harus mereka miliki, begitu kata-kata kebanyakan orang. Entah apakah benar pernyataan tersebut?, semuanya kembali lagi pada pribadi tiap wanita itu sendiri yang bisa menjawab. Walaupun terkait dengan prinsip bahwa cantik/ganteng/cakep/manis adalah relative tergantung siapa yang melihat tapi jelek adalah mutlak ( omongan dosen saya heheh). Umumnya kecantikan pada wanita itu adalah seluruh tubuh termasuk hal terkecil seperti kuku. Karena menurut dari kebanayakan wanita kuku adalah hal terpenting yang bisa menambah kecantikan bagi mereka, dan jalannya adalah dengan cara di hias atau dicat. Nah seperti yang kita ketahui hasilnya memang memeberikan nilai estitika tambahan pada wanita seingga cat kuku ini sudah seperti bahan konsumsi dan membuat banyak wanita memakainya. Namun ada hal penting yang perlu di ketahui para kaum hawa ini tentang kandungan zat yang terdapat pada penegecat kuku yang dapat membahayakan kesehatan. Nah untuk lebih jealsnya berikut bahan-bahan berbahaya yang terdapt dalam pengecat kuku.

1.      Formaldehida
Formaldehida memiliki fungsi yang hampir sama dengan toluena, zat ini berfungsi sebagai bahan pelarut yang juga memiliki efek samping sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan kanker. Selain itu jika terhirup, asap formaldehid dapat menyebabkan iritasi selaput lendir di mata, hidung dan tenggorokan.
2.      Toluena
Bahan ini digunakan sebagai bahan pelarut dalam cat kuku, artinya zat ini berfungsi melarutkan zat kimia lain dalam cat kuku untuk menciptakan hasil akhir warna cat kuku yang menarik. Sebenarnya zat kimia ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan cacat lahir pada hewan, mempengaruhi sistem saraf pusat dan dapat berakibat fatal jika tertelan.

3.      Etil Asetat
Etil asetat adalah zat kimia dalam cat kuku yang berfungsi sebagai pengering dan pengeras. Zat ini biasa terhirup terutama saat kamu melakukan menicure. Zat ini berfungsi sebagai pelarut, dampaknya akan sangat berbahaya karena dapat menembus kulit. Jika terhirup dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, jantung, ginjal, dan hati

4.      Butil Asetat
Butil asetat juga berfungsi sebagai pelarut dalam cat kuku. Zat kimia ini sangat beracun dan menyebabkan iritasi mata, kulit dan paru-paru.

5.      Dibutyl Phthalate
Zat kimia dalam Ftalat mudah diserap saat cat kuku digunakan. Beberapa negara telah melarang penggunaan zat kimia ini misalnya negara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Zat kimia ini sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi siklus pubertas awal pada anak perempuan, jumlah sperma yang rendah pada pria, cacat seksual, dan masalah dengan perkembangan janin.

6.      Ftalat Anhidrid
Pada cat kuku Dibutyl ftalat sering digantikan oleh anhidrida ftalat, namun sebenarnya zat kimia ini tidak jauh lebih baik daripada dibutyl ftalat. Zat kimia ini sangat berbahay karena dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan pernafasan manusia, dapat menyebabkan kanker, kerusakan organ, dan iritasi membran.
Sekarang tau kan tentang bahaya pengecat kuku, oleh karena itu sebaiknya para kaum hawa lebih berhati-hati dan bijak dalam merawat kecantikannya. Pada dasarnya seorang perempuan telah dilahirkan dalam keadaan cantik tinggal bagaimana mereka menjaga kecantikan itu sendiri dan cantik adalah sesuat yang semu dimana suatu saat akan ada batasnya dikala usia telah tua. Memang lebih mudah berpendapat dan mengatakannya tapi mencegah lebih baik dari pada mengobatai tentunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar